Perpustakaan Desa Kedungprahu, Prahu Pustaka terpilih sebagai salah satu perwakilan Kabupaten Ngawi dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Perpustakaan diharapkan mampu bertansformasi bukan hanya sebagai pusat ilmu tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan pelibatan masyarakat yang pernah diselenggarakan Perpustakaan Prahu Pustaka didukung oleh Komunitas Doodle Art Ngawi. Bersama Komunitas Doodle Art Ngawi, Perputakaan Desa Prahu Pustaka menyelenggarakan Pelatihan Doodle Art (19-06-20019) di Balai Desa Kedungprahu.

Heru Krisyanda, narasumber pelatihan menjelaskan bahwa doodle art adalah seni menggambar ditumpuk tumpuk. Heru memberi contoh menggambar di papan, kemudian ditirukan oleh anak-anak. Awal mula menggambar setengah lingkaran, diberi mata, alis dan mulut untuk membentuk ekspresi wajah.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 73 anak. Peserta tersebut merupakan siswa-siswi dari SD Negeri Kedungprahu dan SD Muhammadiyah 1 Padas. Kegiatan yang dilakukan adalah belajar menggambar doodle di media kertas. Setelah menggambar doodle, siswa-siswi diajak menggambar bebas di media kain spanduk. Spanduk ini disimpan sebagai karya seni oleh Komunitas Doodle Art Ngawi.

Anak-anak terlihat sangat bahagia dengan kegiatan ini. Guru SD Kedungprahu juga memberi apresiasi dengan kegiatan ini. Menurut Bu Karmilah, kegiatan seperti ini perlu diadakan secara rutin. Selain menambah kretifitas anak-anak, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi siswa antar sekolah.

Terima kasih Komunitas Doodle Art Ngawi.

Komunitas Doodle Art Ngawi dapat dijumpai di :

Akun Instagram : @DoodleArt_Ngawi

Heru Krisyanda memberi contoh cara menggambar doodle art
Anak-anak menggambar doodle art di media kertas

Share and Enjoy !

Shares